hukum
February 13, 2009
Syariat Islam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Artikel ini adalah bagian dari seri Islam |
| Rukun Islam |
| Syahadat · Shalat · Puasa Zakat · Haji |
| Rukun Iman |
| Allah · Al-Qur’an · Malaikat Nabi · Hari Akhir Qada & Qadar |
| Tokoh Islam |
| Muhammad SAW Nabi & Rasul · Sahabat Ahlul Bait |
| Kota Suci |
| Mekkah ·Madinah · Yerusalem Najaf · Karbala · Kufah Kazimain · Mashhad ·Istanbul |
| Hari Raya |
| Hijrah · Idul Fitri · Idul Adha · Asyura·Ghadir Khum |
| Arsitektur |
| Masjid ·Menara ·Mihrab Ka’bah Arsitektur Islam |
| Jabatan Fungsional |
| Khalifah ·Ulama ·Muadzin Imam·Mullah·Ayatullah Mufti |
| Teks & Hukum |
| Al-Qur’an ·Hadist · Sunnah Fiqih · Fatwa · Syariat |
| Manhaj |
| Salafush Shalih |
| Mazhab |
| Sunni Hanafi ·Hambali Maliki ·Syafi’i |
| Syi’ah Dua Belas Imam Ismailiyah·Zaidiyah |
| Lain-lain Ibadi · Khawarij Murji’ah·Mu’taziliyah |
| Gerakan |
| Hizbullah·Hizbut Tahrir Ikhwanul Muslimin·Tasawuf Wahhabisme Jamaah Tabligh |
| Ormas Islam |
| Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Wahdah Islamiyah Persis·MUI·LDII |
| Lihat Pula |
| Portal Islam |
| Indeks mengenai Islam |
Syariat Islam adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah.
Terkait dengan susunan tertib Syari’at, Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.
Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara’ dan perkara yang masuk dalam kategori Furu’ Syara’.
- Asas Syara’
Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari’at Islam dimana Al Quran itu Asas Pertama Syara’ dan Al Hadits itu Asas Kedua Syara’. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.
Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati syari’at Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syari’at yang berlaku.
- Furu’ Syara’
Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al Quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebaga Cabang Syari’at Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya.
Hello world!
October 20, 2008
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!